• Panah Kirana

Giovanni Christy, Alumni FH UPH dan Seorang Pemuda untuk Dunia

Tahun ini, Giovanni Christy, seorang alumni FH UPH angkatan 2015, mendaftarkan diri untuk program Indonesia-USA 70th Youth Ambassadors bersama 547 pemuda Indonesia lainnya. Dengan kerja kerasnya dan ketertarikan tinggi yang ia miliki terhadap topik demokrasi, ia berhasil menyaingi ratusan pendaftar dan terpilih sebagai salah satu dari Best 20 Outstanding Youth for the World 2019. 20 pelajar yang terseleksi tersebut akan menjadi wakil Indonesia untuk mengikuti Bali Democracy Student Conference (BDSC) 2019, yakni sebuah forum yang akan diselenggarakan bulan Desember nanti dan dihadiri oleh ratusan pemuda dari seluruh dunia. 

Pemuda, Pelajar, Mahasiswa. Tiga pelaku sentral yang sangat potensial dalam dunia diplomasi, khususnya diplomasi publik. Menyadari kepentingan ini, ada banyak hal yang sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan minat dan keterlibatan pemuda dalam diplomasi, termasuk menjalankan program kolaborasi dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) yakni Indonesia-USA 70th Youth Ambassadors. Program ini merupakan kolaborasi antara Outstanding Youth for the World (OYTW) dari Pemerintah Indonesia dan International Visitor Leadership Program (IVLP) dari Pemerintah AS.

“Aku dapat informasi mengenai program OYTW 2019 ini dari atasan direktorat magangku saat aku masih magang di Kementerian Luar Negeri. Awalnya sempet ragu, karena ketika diberitahu itu sudah H-10 penutupan pendaftaran,” ungkap Giovanni. “Tapi setelah melihat bahwa tujuan program ini adalah untuk menyorot dinamika politik, sosial, hubungan diplomatik Indo-US, dan terutama potret demokrasi dari kedua negara, aku semakin tertarik dan mantap mencoba ikut proses seleksi, berhubung aku memang waktu itu lagi bikin riset tentang demokrasi dan ada minat besar untuk belajar tentang nilai demokrasi dalam konstitusi negara AS dan Indonesia yang notabene multikultural.”

Sesuai dengan namanya, program Indonesia-USA 70th Youth Ambassadors diadakan dalam rangka memeriahkan perayaan 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika Serikat. Menurut Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph Donovan, program itu dibentuk dengan menggabungkan dua program terbaik kepemudaan kedua negara. Melalui program tersebut, para pemuda-pemudi dari Indonesia akan berada di AS untuk kunjungan tiga pekan, menjalin hubungan dan berbaur dengan pemuda-pemudi dari AS. Selain itu, mereka juga akan bertemu dengan pejabat pemerintah, profesional, tokoh keagamaan, kalangan akademik dan kelompok suku, untuk merasakan langsung budaya Amerika beserta dengan kehidupan sosial masyarakatnya.

Seleksi yang telah dilalui Giovanni terdiri dari tiga tahap besar. Tahap pertama mencakup seleksi berkas, pengumpulan esai dengan tema besar “70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika”, serta pembuatan vlogberdurasi satu menit yang menjelaskan mengapa sang pendaftar layak menjadi peserta. Dari total 548 orang yang mendaftar, hanya 60 yang dipilih untuk mengikuti seleksi tahap kedua, yaitu wawancara. Setelah penyisihan melalui wawancara, terpilihlah 20 peserta yang menjadi Best 20 OYTW 2019 yang akan mengikuti BDSC 2019. Sekarang, Giovanni yang sudah menjadi seorang “OYTW” masih menunggu hasil dari tahap terakhir, yaitu psikotes dan presentasi berbentuk focus group discussion yang akan menentukan sepuluh wakil untuk pergi ke AS. 

Ketika ditanya tentang apa saja yang ia pelajari dari pengalamannya sejauh ini, Giovanni mengungkapkan bahwa ia mendapatkan banyak hal, terutama di tahap seleksi yang ketiga. “Karena 20 peserta dari seluruh Indonesia datang ke Jakarta dan diberi paparan tentang diplomasi publik, dan hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika,” jelas Giovanni. “Kita juga diberikan pelajaran mengenai etika dan tata krama berdiplomasi—kurang lebih mempersiapkan diri untuk keberangkatan ke AS yang kira-kira akan dilakukan pada bulan Oktober-November mendatang.”  

Selain berbagi informasi mengenai program ini dan pengalamannya, Giovanni juga berpesan untuk pelajar lain agar tidak pernah takut mengejar impian dan mengikuti hasrat mereka. “Never be afraid to pursue your dreams and to follow your passion. We never know what we are capable of until we decide to step out of our comfort zone. And have the audacity to try no matter how many times you fail, because every time you fail, you’ll fail better, you’ll get greater.” (Jangan pernah takut untuk mengejar impianmu dan mengikuti hasratmu. Kita tidak akan pernah tau apa saja yang kita bisa lakukan sampai kita memutuskan untuk melangkah keluar dari zona nyaman kita. Dan punyalah keberanian untuk terus mencoba terlepas dari berapa kali kamu gagal, karena setiap kali kamu gagal, kamu akan menjadi lebih baik dari sebelumnya.)

Author: Andrieta R.A. dan Ruth I.A.

0 views
 

©2020 by Panah Kirana. Proudly created with Wix.com