• Panah Kirana

Hari Rabu

Beberapa hari ini aku banyak tertawa.

Konyol sekali. Lucu. Bercanda.

Banyak hal-hal absurd yang terjadi akhir-akhir ini.

Ah, yang serius? Seperti itu?

Hahahaha. Lucu sekali.

Semakin aku menengadah, semakin keras aku tertawa.

Semakin daguku mendongak, semakin renyah aku terkikik.

Pemandangan di atas sungguh mengocok perut.

Kemudian aku menengok ke bawah.

Ada genangan air yang membanjir.

Kuturunkan jari telunjukku untuk menyentuhnya, lalu kucicip.

Asin.

Air apa ini?

Rasanya seperti keputusasaan dan permohonan tolong.

Bahuku ditepuk, lantas aku menoleh.

Di kiri dan kananku terlihat banyak api.

Warna merah terlihat sejauh mata memandang.

Terdengar sayup-sayup teriakan dan gaungan keadilan.

Kawan di sebelahku tersenyum, mengangguk meyakinkan.

Kata orang aku belum pantas.

Mengerti apa kamu tentang dunia ini?

Yang ada kamu malah akan terinjak-injak.

Tapi aku menggeleng.

Aku mengerti tentang keadilan dan harapan.

Aku mengerti tentang semangat perjuangan.

Lalu aku berlari menuju kerumunan yang membara itu.

(Anastasya Narwastu Tety Handuran)

Recent Posts

See All

Daun Pohon Itu Jatuh

Daun pohon itu berjatuhan. Ya, berjatuhan dengan indahnya. Indah seperti kumpulan bidadari yang turun dari kahyangan. Kahyangan para dewa berperang dan membagi cinta. Cinta yang fana, oh bukan—salah,

Houses and Home

Tell me, where does the driftwood go when it is pushed away by both sea and shore– as time wears it off from skin and hope of arriving at land where its fellow trees grow? For the oceans and wars carr

 

©2020 by Panah Kirana. Proudly created with Wix.com