• Panah Kirana

Ide Pengembangan Industri dalam Debat Terakhir Capres-Cawapres 2019

sumber gambar: google.com

Memasuki bagian terakhir yang membahas tema perdagangan dan industri, moderator membuka segmen terakhir dengan pernyataan terkait perdagangan dan industri Indonesia—khususnya di sektor perbankan dan ekonomi Syariah—serta industri pariwisata halal. Moderator memaparkan bahwa laporan data dari Islamic Financial Services Board tahun 2018 telah mencatat bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-9 dunia dalam hal aset perbankan Syariah, yakni menyentuh angka 28,08 miliar Dolar AS. Nilai pasar atau market value di sektor industri makanan dan minuman halal di Indonesia diperkirakan akan meningkat sampai dengan 1 triliun Dolar AS di tahun 2030 yang akan datang. Mengacu kepada fakta-fakta tersebut, Calon Presiden dari kedua kubu, yakni Pasangan Calon dengan nomor urut 01 dan 02, dihadapkan dengan pertanyaan tentang strategi dan kebijakan konkrit untuk merealisasikan potensi ekonomi dan keuangan Syariah, serta menempatkan posisi Indonesia menjadi pemain utama ekonomi Syariah global.


Menanggapi pertanyaan tersebut, Pasangan Calon nomor urut 01, dipersilahkan untuk memberikan tanggapan terlebih dahulu. Jawaban dari Pasangan Calon nomor urut 01 dibuka dengan pernyataan  K.H. Ma’ruf Amin yang menyatakan bahwa Pemerintah saat ini telah membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang bertujuan untuk mengembangkan ekonomi Syariah serta menjadikan Indonesia sebagai Islamic Finance Centre di dunia.


Komite yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Juli 2017 silam ini merupakan bukti nyata pemerintah dalam mengembangkan potensi ekonomi Syariah. Pembentukan KNKS berangkat dari keinginan pemerintah untuk mengembangkan pangsar pasar Keuangan Syariah terhadap Industri Perbankan yang masih berada di angka 5,3% pada tahun 2016. Mengacu kepada statistik dari Kementrian PPN/Bappenas yang mencatat bahwa per Mei 2017, Indonesia telah mencetak nasabah ritel terbesar dalam suatu pasar tunggal dengan total lebih dari 23 juta rekening, telah mendorong pemerintah untuk membentuk suatu komite yang dapat mengembangkan potensi keuangan dan ekonomi Syariah di Indonesia, serta menjadi Pioneer di dunia dalam segi industry keuangan dan ekonomi Syariah. KNKS juga memiliki rancangan jangka panjang pengembangan industri Syariah di Indonesia yang disebut sebagai “Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia” atau yang lebih dikenal sebagai “AKSI”. AKSI mencakup kajian dan rekomendasi untuk mengembangkan keuangan Syariah di berbagai bidang yakni perbankan, pasar modal, Lembaga Keuangan non-bank, dan dana sosial keagamaan.


Selain KNKS, K.H. Ma’ruf Amin selaku Calon Wakil Presiden dari Pasangan Calon nomor urut 01 juga menegaskan bahwa jika terpilih, akan mendorong industri halal bukan hanya di dalam negeri, namun juga diluar negeri. Data dari IMF Direction of Trade Statistics (DOTS) mencatat bahwa Indonesia berada di peringkat ke-4 Dunia sebagai negara eksportir produk halal, dengan pangsa pasar sebesar 10,7%. Statistik juga mencatat bahwa tahun 2017 ekspor produk halal mengalami peningkatan sebesar 19,2 persen, yakni 21 persen dari total ekspor secara keseluruhan.


Data-data tersebut telah sedikit demi sedikit memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa sebagai negara dengan umat muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang sangat tinggi dalam meningkatkan produktifitas serta potensi keuangan dan industri Syariah di Indonesia dan juga dunia. Dengan dibentuknya KNKS, pemerintah akan memaksimalkan usahanya dalam mengembangkan potensi ekonomi dan keuangan Syariah di Indonesia.


K.H. Ma’ruf Amin dalam jawabannya juga menegaskan bahwa standar halal Indonesia sudah menjadi standar halal dunia dan telah digunakan sebagai acuan untuk standar halal global. Namun faktanya, standar halal global masih distandarisasi oleh 48 lembaga penjamin halal di dunia yang tergabung dalam World Halal Food Council. Tiga badan Indonesia yang mengakreditasi produk halal, yakni Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Kamite Akreditasi Nasional (KAN), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), juga tergabung dengan World Halal Food Council.


Presiden Joko Widodo juga ikut menambahkan pemaparan yang telah disampaikan sebelumnya oleh K.H Ma’ruf Amin, bahwa Indonesia telah meraih peringkat nomor 1 dunia dalam sektor pariwisata halal. Menurut penilaian versi Global Muslim Travel Index (GMTI) di tahun 2019, Indonesia berhasil meraih peringkat pertama sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia, yang pada peringkat sebelumnya masih diduduki oleh Malaysia. Peningkatan ini pun tercatat sejak 2015, dimana saat itu Indonesia masih menduduki peringkat ke-6, dan mengalami peningkatan setiap tahunnya sampai akhirnya meraih peringkat pertama pada tahun ini. Hal ini telah membuktikan bahwa kinerja pemerintah dalam mendukung serta mengembangkan wisata halal di Indonesia telah membuahkan hasil. Selain itu Presiden Joko Widodo juga menambahkan tentang rencana pemerintah untuk membangun ‘Halal Park’ di daerah Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno. Hal ini merupakan bentuk kontribusi serta upaya pemerintah untuk mengembangkan potensi industri halal di Indonesia.


Sementara itu, Sandiaga Uno dari paslon 2 menyatakan Indonesia seharusnya bisa mendapatkan ranking yang “lebih baik”. Pernyataan Sandiaga tentang ranking Indonesia di Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2018-2019 memang benar—Indonesia berada pada peringat 10 dengan skor 45. Indonesia tertinggal jauh dari Malaysia, yang ada di posisi pertama dengan skor 127. Negara lain di 10 besar yakni Uni Emirat Arab posisi kedua dengan skor 89, Bahraiin ketiga dengan skor 65, Arab Saudi peringkat 4 dengan skor 54, Oman di peringkat 5 dengan skor 51, Yordania, Qatar dan Pakistan di peringkat 6, 7 dan 8 dengan skor 49, dan posisi 9 yang dipegang Kuwait dengan skor 49.


Sandiaga lalu mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara urutan ke-empat sebagai importir produk halal terbanyak dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Jika ditinjau sesuai data OKI pada 2015, Indoneisa memang menempati posisi ke-empat sebagai pengimpor produk-produk halal dengan total spengeluaran sebesar US$ 14,29 miliar. Posisi di atasnya diduduki oleh Arab Saudi, Malaysia, dan Uni Emirat Arab. Berkaitan dengan data-data ini, Sandiaga memaparkan bahwa Indonesia seharusnya berperan sebagai negara yang bisa memproduksi barang-barang. Ia lalu mencanangkan ide, yaitu suatu ekosistem Syariah yang menyeluruh.


Menjelaskan ini, Sandiaga mengatakan bahwa kuncinya ada pada kewirausahaan, khususnya bidang ekonomi Syariah, karena menurutnya banyak sekali produk-produk Syariah yang akan disandingkan dengan entrepreneurship dan financing. Semua ini dapat memberikan manfaat, papar Sandiaga, contohnya memberikan peluang lapangan pekerjaan yang besar sehingga dapat mengurangi pengangguran. Sandiaga juga berpesan bahwa pariwisata halal dapat menjadi supply dari kebutuhan ekonomi Syariah.


Tanggapan Prabowo selaku calon presiden nomor urut 2 terhadap jawaban paslon 1 adalah pernyataan bahwa potensi keuangan yang sangat besar merupakan dari dana tabungan calon Jemaah Haji, sehingga beliau akan membentuk bank tabung haji yang modern, Syariah, efisien dan transparan sehingga dapat dipercayai oleh masyarakat. Sandiaga ikut menambahkan bahwa menurutnya, Indonesia sebagai negara penduduk Muslim terbesar di ASEAN harus punya institusi bank Syariah terbesar pula di organisasi kewilayahan tersebut.

Penulis: Daniel F. J dan Yohanes Ham  

0 views
 

©2020 by Panah Kirana. Proudly created with Wix.com