• Ruth Ivana Arella

Inagurasi Ketua DARE 2020/2021: “Unleash Extraordinary You! ”



Sabtu, 15 Agustus 2020 – Unit Kegiatan Mahasiswa Debate and Research (DARE) Fakultas Hukum UPH (FH UPH) resmi memiliki kabinet kepengurusan yang baru. Inaugurasi DARE 2020 telah sukses berjalan dengan lancar walaupun kegiatan tersebut untuk pertama kalinya dilakukan secara virtual. Ketika diwawancarai oleh Tim Panah Kirana, Jenaya Adra, selaku Ketua Acara mengakui bahwa perubahan ini adalah hal yang tidak mudah. “Dua hal yang perlu digaris bawahi dalam menghadapi acara inagurasi kemarin lebih kepada komunikasi yang terus jalan dan pemilihan kerja sama team. Dua hal yang sebenarnya juga penting jika inagurasi diadakan offline, namun memang cara penerapannya dan strateginya aja yang berbeda. Komunikasi yang terus jalan maksudnya istilahnya lebih ke update and catch up semua hal yang sudah direncanakan dari awal agar tidak missed dari rundown, timeline, dan proposal. Sejalan juga dengan pemilihan kerja sama tim, perlu adanya pertimbangan yang matang untuk memilih orang-orang yang mau bekerja, niat dan peduli untuk mau berkontribusi dalam acara inagurasi kemarin,” ujar Jenaya. Oleh sebab acara ini dilakukan secara online, maka tim panitia penyelenggara acara harus menyusun ulang jadwal, serta harus menghadapi proses pengajuan proposal yang cukup lama. Akan tetapi, hal tersebut tidak menjadi hambatan bagi mereka, sebab semua detail acara telah didiskusikan dan dipersiapkan dari jauh-jauh hari sehingga kendala yang muncul dapat segera diatasi sebelum hari-H acara.


Acara Inagurasi DARE tahun ini pun mengambil tema yang cukup unik, yaitu “Unleash Extraordinary You!”. Ketika ditanya alasan mengambil tema ini, Jenaya menjelaskan bahwa sebenarnya tema tersebut merupakan lanjutan dari tema tahun lalu. Tema tahun lalu bercerita mengenai seseorang yang diangkat dari debu dan dijadikan baru. Tema acara tahun ini kemudian melanjutkan istilahnya, yakni “proses” dari tema tersebut. “Kami, panitia percaya dan sepakat ada tiga tahap proses penting dalam kehidupan, yaitu input-proses-output. Dengan demikian, kami mengangkat tema ‘Unleash Extraordinary You’ dengan harapan proses dari perjalanan sebelumnya bisa dapat terlaksana dengan optimal melalui melepaskan jati diri sebenarnya dengan memperhatikan tiga tahap proses kehidupan tersebut secara baik dan benar untuk output yang terbaik.”


Acara dimulai dengan kata sambutan dari Velliana Tanaya selaku Direktur FH UPH. Beliau memberikan apresiasi yang besar kepada Sri Purnama, selaku Ketua DARE 2019/2020, sebab ia tetap sanggup mengatur organisasi walaupun banyak kegiatan dan perlombaan yang pada akhirnya dibatalkan akibat pandemik. Tidak lupa Ketua Himpunan Mahasiswa Fakultas Hukum, Vanesia Ciayadi Kwang, memberikan harapannya kepada Ketua DARE yang baru agar dapat melanjutkan tongkat kepemimpinan DARE ke arah yang lebih baik lagi. Sri Purnama juga memberi pesan kepada Ketua DARE selanjutnya agar dapat belajar dari pengalamannya yang telah melalui berbagai tantangan selama satu tahun lalu. Ia kemudian mempresentasikan Laporan Pertanggungjawaban 2019/2020, dimana DARE di bawah kepemimpinannya telah berpartisipasi dalam berbagai perlombaan, seperti MPR Constitutional Drafting, Business Law Competition Universitas Indonesia, Legal Opinion UII Law Fair, Constitutional Drafting: Padjadjaran Law Fair 2020, dan masih banyak lagi. “Terlepas dari berbagai rintangan,” tambah Sri Purnama, “kita tidak menyerah dan tetap berusaha yang terbaik.”


Hannie Almira Erany, atau yang kerap dipanggil Hannie, memberikan sekapur sirih setelah secara resmi menjabat sebagai Ketua DARE 2020/2021. Ia berharap agar DARE tetap menjadi organisasi yang kuat dalam asas kekeluargaan, dimana anggotanya tidak melihat DARE sebagai sebuah organisasi semata, melainkan sebagai sarana untuk saling membangun satu dengan yang lain. “Saya berharap bahwa jika kita memiliki sense of belonging di DARE, kita bisa menjadi berkat dimanapun kita berada,” tutupnya. Ketika diwawancara, Hannie menceritakan bahwa ia tentu mendapat tekanan tersendiri, sebab seorang ketua adalah representasi dari organisasi tersebut. Ia merasa bahwa jika ada suatu kesalahan terjadi dalam DARE, maka ketuanyalah yang akan menjadi orang pertama dalam menanggung kesalahan tersebut. Oleh sebab itu, ia berharap agar ia dapat menjadi sosok yang lebih tegar, menjadi pribadi yang objektif dalam menerima saran, bijak dalam mengambil keputusan, dan tidak terlalu larut dalam emosi.


Setelah memberikan kata pembuka, Hannie lalu memperkenalkan jajaran Kabinet DARE untuk periode 2020/2021. Adapun nama-nama yang terpilih dalam kabinet tersebut adalah sebagai berikut.


Badan Pengurus Harian

Ketua : Hannie Almira Erany

Wakil Ketua : Celine Tangnandez Wijaya

Sekretaris : Prilly Sahetapy

Bendahara : R. Gratikana Ningrat

Divisi Debat

Ketua Divisi : Monica Patricia

Anggota : Charren Hendrik, Elsya Vania, Stephanie Casily

Divisi Riset

Ketua Divisi : Micheline Hendrito

Anggota : Graceyana Jennifer, Malika Vasandani, William Rahardjo

Divisi Acara

Ketua Divisi : Patrick Hansel S.

Anggota : Alya Helsya, Bryan Philip, Christoforus E. W., Meldea M.

Divisi Media & Informasi

Ketua Divisi : Grace Serenata

Anggota : Athala Aulia, Carissa Christybella, Jenaya Adra, Natalia Desintha

“Sebelum saya memilih mereka, saya sudah diskusi dengan banyak pihak. Makanya saya rasa pilihan saya itu sudah tepat. Saya harap anggota DARE bisa berkembang dan mengalami pertumbuhan, anggota-anggota yang nanti akan direkrut bisa berpartisipasi aktif walaupun sedang masa daring, serta Maba (mahasiswa baru) harus bisa proaktif, berkomitmen, dan bertanggung jawab dengan keputusan yang sudah mereka ambil,” tutup Hannie.



Selamat kepada DARE, semoga Kabinet periode 2020/2021 dapat melanjutkan warisan berharga dari pengurus-pengurus organisasi terdahulu dan dapat menjadi sarana penghasil insan-insan berprestasi di FH UPH. Pro Justitia! (RIA)

24 views
 

©2020 by Panah Kirana. Proudly created with Wix.com