• B. Amanda Kaulika & Vania Madeline

Lalu Lintas Terusan Suez Terhenti : Bagaimana Ekonomi Global?


Sumber Gambar: Kompas.Com

Kronologi Kejadian Kapal Evergreen nyangkut di Terusan Suez

Selasa 23 Maret 2021, sebuah kapal kontainer raksasa sepanjang 400 meter dan berbobot 200.000 ton, dari kelas yang disebut mega-ship tersangkut di Terusan Suez dan sukses menghentikan lalu lintas kapal di jalur tersebut. Kapal barang raksasa bermuatan kontainer ini, bernama Ever Given atau Evergreen. Kapal Ever Given atau Evergreen dioperasikan oleh Evergreen Marine Corp asal Taiwan, yang tertulis di lambung kapal. Kapal itu keluar jalur karena badai pasir dahsyat yang melanda Gurun Sinai Mesir dan banyak wilayah Timur Tengah lainnya. Kapal Ever Given berbendera Panama dengan lebar 59 meter dan dioperasikan oleh perusahaan Taiwan, pada pukul 05.40 GMT, terjepit sekitar 6 kilometer (3,7 mil) di utara pintu masuk kanal Laut Merah dekat kota Suez dan secara diagonal memblokir Terusan Suez.


Operator kapal Evergreen Marine Corp dari Taiwan mengatakan, kapal yang dalam perjalanan dari Yantian, China, ke pelabuhan Rotterdam di Belanda itu diduga tersangkut setelah diterpa angin kencang..Kapal yang tersangkut di Terusan Suez hingga Minggu (28/3/2021) waktu setempat masih dalam proses evakuasi. Dilansir USA Today, pada Minggu (28/3/2021) waktu setempat, sebelas kapal tunda bekerja sepanjang hari untuk mengeruk pasir dan lumpur dari sekitar Ever Given, yang memiliki tulisan Evergreen di badan kapalnya. Pihak berwenang mengurai kemacetan lalu lintas yang terjadi di Terusan Suez akibat kapal Evergreen tersangkut. Kapal tidak bisa digunakan, dan prediksi kerugian mencapai $9 miliar sehari (sekitar Rp 129 triliun). Hal ini semakin mengganggu jaringan pengiriman global yang sudah bermasalah karena pandemi. Mereka membatalkan upaya evakuasi yang direncanakan hari Minggu (28/3/2021) waktu setempat karena menunggu lebih banyak bantuan kapal tunda dan kapal keruk. Mereka berencana untuk melakukan upaya membebaskan kapal Senin (29/3/2021) waktu setempat yang bertepatan dengan air pasang.


Penyebab Kapal Evergreen nyangkut di Terusan Suez

Kepala Otoritas Terusan Suez Letnan Jenderal Osama Rabei, mengatakan kepada wartawan bahwa angin kencang "bukan satu-satunya penyebab" Evergreen kandas. Ia menambahkan, penyelidikan sedang berlangsung dan tidak mengesampingkan kesalahan manusia atau teknis. Bernhard Schulte Shipmanagement, menyatakan "penyelidikan awal mereka mengesampingkan kegagalan mekanis atau mesin apa pun sebagai penyebab kandas". Namun, setidaknya satu laporan awal menunjukkan "pemadaman listrik" melanda kapal raksasa yang membawa sekitar 20.000 kontainer pada saat kejadian.


Bagaimana kira- kira dampak yang akan terjadi dari penutupan Terusan Suez

Dampak penutupan Terusan Suez akibat menyangkutnya kapal di Terusan Suez dapat menimbulkan kerugian di berbagai bidang dalam skala global, termasuk Indonesia. Seperti yang sudah diketahui, Terusan Suez adalah jalur kapal yang sangat berpengaruh bagi lalu lintas perkapalan dunia, kegiatan ekspor dan impor harus melewati Terusan Suez, sebagai jalur perdagangan dunia dan menjadi jalur yang menghubungkan Pelabuhan Said di Laut Tengah dan Suez di Laut Merah. Dengan adanya Terusan Suez, perjalanan kapal dari Eropa ke Asia tidak perlu mengelilingi Benua Afrika yang akan memakan waktu lebih lama. Berdasarkan catatan dari WEF (World Economic Forum) Terusan Suez memiliki pengaruh sekitar 12% dari seluruh perdagangan dunia, dari segi ekonomi, kapal yang menyangkut di Terusan Suez akan sangat mengganggu jalur kegiatan perdagangan dunia dikarenakan sekitar 30% kargo di seluruh dunia harus melewati Terusan Suez. Dengan adanya kapal yang menyangkut berarti akan banyak kapal perdagangan dunia yang harus memutar arah atau harus mencari jalan lain untuk melanjutkan perjalannya, hal itu diperkirakan akan mengakibatkan pembengkakan biaya karena jika melewati jalan lain seperti melewati Tanjung Harapan di Afrika selatan selain itu tidak efisien dalam waktu, maupun biaya seperti untuk bensin, awak kapal, bahan makanan, dan sebagainya sehingga akan dipastikan setiap kapal akan menambahkan pengeluaran mereka.


Diperkirakan sudah ada sekitar 369 kapal yang menunggu untuk bisa jalan di Terusan Suez dan kebanyakan dari mereka berasal dari ASEAN, Eropa, dan Arab. Banyaknya muatan kargo dan kapal- kapal yang menunggu diperkiraan mengakibatkan kerugian sekitar 9,6 miliar dolar AS per harinya atau setara Rp 134,4 triliun (kurs Rp14.000/dolar AS).Perdagangan dunia diperkirakan harus menanggung rugi 6-10 miliar dolar AS per pekan atau setara Rp 84 sampai 140 triliun per pekan. Selain membengkaknya biaya yang dikeluarkan dan kerugian ekonomi bagi perusahaan kapal yang terganggu dengan kejadian ini, terhentinya lalu lintas di Terusan Suez juga akan berdampak pada kehidupan ekonomi suatu negara. Beberapa diantar kapal yang harus memutar lebih jauh adalah kapal kontainer. Bertambahnya jarak dan waktu perjalanan, dapat berakibat pada keterlambatan sampainya barang-barang yang diangkut oleh kapal-kapal tersebut ke tujuannya. Hal tersebut dapat berdampak pada ketersediaan barang-barang tersebut yang dapat berakibatkan kepada naiknya harga akibat kelangkaan.


Dampak yang terjadi dengan adanya peristiwa menyangkutnya kapal ini diperkirakan akan berdampak bagi kelangsungan bidang kemaritiman dan perekonomian di Indonesia, walaupun dampak yang akan dirasakan mungkin tidak terlalu besar dan serugi negara lainnya, akan tetapi jika penutupan Terusan Suez terus berjalan, maka akan berakibat keterlambatan pengiriman barang ke Indonesia dan perkiraan akan mengakibatkan lebih besarnya biaya yang diperlukan dari biaya normal.


Pembebasan Kapal Ever Given

Kapal Ever Given dengan panjang 400 meter, lebar 59 meter, dan bobot 200.000 ton, membuat terhenti lalu lintas saat tersangkut di Terusan Suez akibat angin kencang dan badai pasir yang menghalangi jarak pandang. Pada saat ini Kapal Ever Given sedang dalam evakuasi setelah berhasil diamankan dan dapat mengambang seperti sedia kala. Kabar bahagia mengenai keluarnya Kapal Ever Given membuat dunia bisa bernafas lega, pada hari Senin, 29 Maret 2021 dengan bantuan 10 kapal untuk mengeruk bagian tepi Terusan Suez akhirnya dapat membuahkan hasil. Setelah Kapal Ever Given berhasil dikeluarkan, diperkirakan pada Selasa, 30 Maret 2021, sekitar 113 kapal akan segera menyeberangi Terusan Suez.

14 views0 comments