• Panah Kirana

Pertandingan Perdana Ketua Angkatan 2018, Recht Taklukan Sistech

PANAH KIRANA – Dalam laga lanjutan Internal Sports League (ISL) musim 2018/19, pekan kemarin (17/01) tim basket putra FH kembali menjalani laga perdananya di tahun 2019 melawan Sistech (School of Information Science and Technology) setelah memasuki masa libur selama bulan Desember 2018. Setelah sempat kalah pada paruh pertama musim ini dari jurusan Business Management, pekan ini hasil yang diraih oleh tim basket putra FH cukup memuaskan setelah berhasil mengalahkan sistech dengan poin akhir 43-31. Meski tak jauh, kemenangan perdana di tahun 2019 ini menjadi penentu apakah tim yang dinakhodai oleh Qhaiszhar Ivan Pandjaitan tersebut dapat melaju dari babak grup menuju babak delapan besar.

Menariknya pada pertandingan kali ini, tim yang juga dikenal dengan nama Recht ini kedatangan seorang pemain yang pada paruh pertama musim 2018/19 kemarin tidak dapat bertanding meski namanya telah tercantum dalam daftar pemain. Pemain itu adalah Yesaya Saudale, ketua angkatan FH UPH 2018/19. Ketika ditemui, Yesaya mengakui sebelumnya tidak dapat ikut berlaga bersama Recht selama paruh pertama musim 2018/19 karena harus bertanding bersama tim basket UPH, Eagles.

Hal ini karena pelatih tim basket Eagles, Coach Matt memberikan larangan pada pemainnya untuk bertanding di ISL saat sedang mengikuti pertandingan bersama Eagles. “Waktu itu udah selesai LIMA (Liga Mahasiswa) kan, jadi off season. Nah tiba-tiba dapat kabar UPH bisa wakilin Timnas (Tim nasional) Indonesia di ajang Asean University Games di Myanmar kan” jelas Yesaya. “Jadi kalau (pemain) Eagles misalnya ada season-nya Eagles atau tandingnya Eagles, ga boleh ikut (pertandingan) apa-apa,” tutup Yesaya. Sekedar informasi, saat melakoni pertandingan Asean University Games kemarin Eagles berhasil meraih juara dua dan mendapatkan silver medal setelah harus mengakui keunggulan Thailand di pertandingan se-Asia Tenggara ini.

Sempat terlambat dan ketinggalan permainan di quarter pertama, Yesaya yang terhitung sebagai pemain baru atau yang biasa disebut rookie mengatakan bahwa keterlambatannya tersebut karena harus mengikuti kegiatan fellowship di dorm. “Datang telat itu ada fellowship kan, untung banget tanding itu jam 8, cuman ga ikut satu quarter,” kata Yesaya. Lebih lanjut dia menambahkan bahwa di pertandingan perdananya tim sudah bermain bagus dan responnya positif.

Yesaya menambahkan bahwa hasil yang dicapai Recht pada pertandingan ini belum bisa dibilang maksimal. “Kurang puas sih, soalnya kita dari segi materi pemain bisa main semua, terus kita juga bagus-bagus semua. Mungkin faktornya lagi bau atau lagi apakan, tapi gua sih kurang puas sih karena materi kita tuh bagus pemainnya.” Yesaya lebih lanjur menambahkan bahwa Recht hanya perlu lebih percaya diri dalam laga berikutnya “Tinggal pede (percaya diri) aja sih di lapangan,” jelasnya. Di kesempatan yang sama, Yesaya sendiri mengatakan bahwa hal yang perlu ditingkatkan bagi dirinya sendiri adalah akurasi tembakan “Yang perlu diperbaikin akurasi tembakan sih,” tutupnya.

Di lain sisi saat dihubungi secara terpisah oleh Panah Kirana, kapten tim Recht perempuan, Vilen membeberkan bahwa kekalahan bersama timnya pada pertandingan perdana paruh musim kedua musim 2018/19 melawan STPPH (Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan) tidak memadamkan harapan Vilen, dkk untuk terus melaju menuju babak delapan besar “Kemungkinan bakal lolos.” Vilen kemudian menambahkan bahwa belajar dari kekalahan ini timnya perlu lebih giat melatih ketahanan fisiknya. “Yang perlu dikembangin (dari pemain) adalah fisiknya. Terus kita juga kurang kerjasamanyalah, koordinasinya,” jelasnya. Vilen menambahkan bahwa untuk mengatasi kekurangan ini, dia akan mengadakan gym bersama “Jadi nanti rencananya kita bakal gym bareng,” tutupnya.

Sementara masing-masing tim basket telah melakoni laga perdananya di paruh kedua musim ini, tim sepakbola FH UPH baru akan melakoni laga pertamanya di tahun 2019 hari Selasa (22/01) ini.

0 views
 

©2020 by Panah Kirana. Proudly created with Wix.com