• Panah Kirana

Veteran’s Gathering Edisi Hari Pahlawan


Sebagai pembuka, Vincentia Esti Purnama Sari dariProgram Studi Ilmu Hukum yang juga kerap dikenal sebagai Ibu Esti menyambut para veteran dan hadirin lainnya dengan pesan singkat: “Hari pahlawan bukan hanya untuk diperingati saja, akan tetapi merupakan reminder akan apa yang bisa kita ambil pada perjuangan di era modern ini. Kita harus bersatu dalam hal yang positif.” Kata sambutan ibu Esti disambung oleh ketua acara ini Ruth Manurung dan ketua HMFH-UPH periode 2018-2019, Jovin Kurniawan.

Adapun orang-orang penting dalam sesi utama yaitu sesisharing, yakni Dr. Thomas T. Pureklolon, M.Si sebagai moderator, serta Kol. Purn. Sriyono, Kol. Marinir (Purn) Dr. Bernardus Suwito dan Mayjen TNI Purn. Nono Sukarno sebagai narasumber. Sesi ini mencakup pengenalan veteran dan LVRI, jenis-jenis veteran, sejarah proklamasi, nasionalisme, kepentingan menjaga kedaulatan NKRI, masalah-masalah di era modern dan tentunya, cerita-cerita dari pengalaman ketiga veteran ini dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Mengaitkan pembicaraan ke topik, yakni memaknai hari pahlawan di era modern, para veteran berharap beberapa nilai yang sebelumnya mereka junjung dapat kembali diterapkan oleh generasi muda meskipun ada perbedaan zaman dan kondisi. Nilai-nilai tersebut antara lain kesetiakawanan, kepahlawanan, semangat juang yang rela berkorban, dan nasionalisme. Di era yang penuh dengan masalah dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, pasar, budaya dan ekonomi, ketiga veteran ini menghimbau para pemuda Indonesia untuk tidak kalah saing dan minder, akan tetapi tetap mengedepankan semangat juang dan mau belajar. Setelah itu, sesi sharing kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara hadirin dan narasumber, makan malam bersama veteran, penyerahan cinderamata, dan foto bersama dengan para veteran.

Ketika diwawancarai, Ruth Manurung mengaku sangat bersyukur sekaligus bangga dapat mengundang para veteran untuk mengunjungi UPH. Dari sisi kendala acara, Ruth mengungkapkan, “Mengenai kendala selama proses acara tentu ada. Contohnya, kami awalnya mengundang veteran cabang Tangerang sehingga transportasinya untuk penjemputan harusnya tidak sulit. Namun terdapat pembatalan dimana Wakil Ketua LVRI Cabang Tangerang meninggal dunia sehingga dialihkan ke Markas Daerah DKI Jaya, itu membuat kami harus memikirkan transportasi penjemputan ke Jakarta Timur,”tuturnya.

0 views
 

©2020 by Panah Kirana. Proudly created with Wix.com